SUKSES MASUK DUNIA KERJA

 

A.     Proses Menuju Dunia Kerja

Proses menuju dunia kerja saat ini tidak mudah, banyak pesaing dan persyaratan yang diminta oleh perusahaan terhadap calon tenaga kerja. Mendapatkan pekerjaan menjadi mudah apabila calon tenaga kerja memiliki kompetensi atau kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ada 2 faktor yang menyebabkan sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan, yaitu :

1.  Faktor Internal

       Faktor ini berasal dari dalam diri calon tenaga kerja. kadang kala kelemahan ini tidak disadari. Adapun bentuknya sebagai berikut ;

    Sikap dan Mentalitas ( Attitude )

Menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan menyebabkan timbulnya sikap dan mental keluh kesah. Keluh kesah ini sering muncul lewat ucapan, misalnya saya malas menyiapkan persyaratan lamaran, saya sudah lelah, saya ingin dapat  pekerjaan yang gajinya besar pekerjaan mudah, saya sudah frustrasi, saya tidak mau lagi melamar pekerjaan, dan lain-lainnya.

              Keahlian Kerja ( Skill )

   Selain soal sikap dan mentalitas, masalah yang muncul adalah keahlian kerja. Keahlian kerja merupakan pengetahuan khusus yang berguna untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tempat kerja. Kalau Anda mengandalkan kemampuan teori yang diperoleh dari bangku sekolah, itu jauh dari memadai. Dalam dunia kerja dituntut penguasaan teori dan praktik.

2.  Faktor Eksternal

     Faktor ekternal merupakan faktor yang berada dari lingkungan. terdapat cukup banyak faktor ekternal, diantaranya ;

        Kondisi ekonomi makro dan mikro

        Kesenjangan  antara  ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja, jauh lebih banyak dibandingkan dengan lapangan kerja.

        Perusahaan pencari  kerja  menetapkan  persyaratan yang relatif tinggi untuk karyawannya.

        Ketidakcocokan spesifikasi keahlian, antara permintaan dunia kerja dengan lulusan lembaga pendidikan.

        Adanya budaya Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) yang belum sepenuhnya bersih dalam birokrasi swasta maupun pemerintah dalam hal perekrutan tenaga kerja baru.

        Kompetisi antarpelamar pekerjaan yang tidak sehat.

        Kurangnya kepedulian pihak pemilik perusahaan dan industri untuk membantu para pencari kerja.

B.      Persiapan Sebelum Masuk Dunia Kerja

1.  Prinsip Dasar dalam Penempatan Tenaga Kerja

Beberapa hal sebagai prinsip dasar dalam penempatan tenaga kerja, baik di dalam maupun di luar negeri yang harus diketahui, khususnya bagi pencari kerja adalah sebagai berikut ;

a.       Setiap tenaga kerja mempunyai hak  dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri.

b.       Penempatan  bagi  tenaga  kerja  dilaksanakan   berdasarkan  azas  terbuka,  bebas, objektif, serta  adil, serta setara tanpa diskriminasi.

c.       Penempatan tenaga kerja terdiri atas :

1)         Penempatan tenaga kerja di dalam negeri; dan

2)         Penempatan tenaga kerja di luar negeri.

d.       Pemberi  kerja  yang memerlukan  tenaga kerja dapat merekrut sendiri tenaga kerja yang dibutuhkan atau melalui pelaksana penempatan tenaga kerja.

e.       Penempatan tenaga kerja oleh pelaksana dilakukan dengan memberikan pelayanan penempatan tenaga kerja.

f.        Pelayanan penempatan tenaga kerja bersifat terpadu dalam satu sistem   penempatan tenaga kerja yang meliputi unsur-unsur  :

1)    Pencari kerja;

2)    Lowongan pekerjaan;

3)    Informasi pasar kerja;

4)    Mekanisme antarkerja;dan

5)    Kelembagaan penempatan tenaga kerja. 

g.       Pelaksana penempatan tenaga kerja terdiri atas :

1)    Instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang ketenaga-kerjaan; dan

2)    Lembaga swasta berbadan hukum.

h.       Setiap pencari kerja berhak memperoleh pelayanan yang sama untuk memperoleh pekerjaan yang meliputi pemberian informasi, bimbingan dan penyuluhan jabatan, pelatihan untuk penempatan serta tindak lanjut penempatan.

i.        Pencari kerja yang memerlukan pelayanan penempatan tenaga kerja harus mendaftarkan diri secara langsung ke pelaksana (dinas yang membidangi ketenagakerjaan) dengan membawa persyaratan:

1)    Fotokopi ijazah yang dimiliki

2)    Fotokopi sertifikat yang dimiliki

3)    Pasfoto ukuran 3 x 4 

4)    Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku

j.        Pencari kerja yang telah mendaftar memperoleh tanda bukti pendaftaran dari pelaksana dengan menggunakan formulir AKI atau dikenal dengan istilah KARTU KUNING dan masa berlaku 2 tahun , namun setiap 6 bulan harus diperpanjang.

k.       Setiap pencari kerja mempunyai kesempatan yang sama untuk mengisi lowongan pekerjaan.

l.        Untuk mengisi lowongan pekerjaan harus memenuhi kualifikasi persyaratan jabatan yang dibutuhkan.

2.    Mencari Sumber Informasi Lowongan Pekerjaan

Lowongan  pekerjaan adalah pekerjaan atau jabatan yang belum ada orang yang melaksanakan atau belum cukup jumlah orang yang melaksanakan, hal ini  terjadi karena adanya perluasan usaha, perubahan teknik  berproduksi atau karena ada tenaga kerja yang karena sesuatu hal berhenti dari pekerjaannya, sehingga harus diisi dengan tenaga kerja baru. Mencari informasi lowongan pekerjaan  saat sekarang tidak terlalu sulit, beberapa sarana seperti media cetak, elektronik bahkan papan bursa kerja maupun sistem bursa kerja online sangat membantu para pencari kerja yang ingin mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.

Ada beberapa hal tentang cara mendapatkan sumber informasi lowongan pekerjaan, misalnya :

1)    Memanfaatkan Lembaga Bursa Kerja

    Pencari  Kerja  untuk  dapat   memanfaatkan  Lembaga Bursa  Kerja maka sebaiknya  mengetahui tentang lembaga bursa kerja,  yang  terdiri dari :

a. Bursa Kerja Pemerintah yang berada di kantor-kantor pemerintah yang membidangi ketenagakerjaan. Bursa Kerja Swasta  yang diselenggarakan oleh swasta dan mendapatkan ijin pendirian dari pemerintah. 

b. Bursa Kerja Khusus, yang dibentuk oleh lembaga pendidikan (satuan pendidikan SMA/SMK, Perguruan Tinggi)  atau Lembaga Pelatihan Kerja yang khusus melayani alumninya.

2)  Aktif dan Selektif

     Banyak cara perusahaan atau industri menyampaikan informasi lowongan kerja, diantaranya;

a.     Media Massa

     Media massa merupakan sumber lowongan pekerjaan yang paling banyak dimanfaatkan pencari kerja. Di media ini biasanya perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja memasang pengumuman dalam bentuk iklan. Jenisnya antara lain ; koran, majalah, tabloid, radio dan televisi.

b.  Internet

     Sekarang ini penggunaan internet sudah memasyarakat. Internet pun sudah diperkenalkan di setiap sekolah. Perlu diketahui bahwa Anda dapat memperoleh banyak informasi pekerjaan melalui internet. Bahkan melalui internet  Anda dapat melamar sebuah pekerjaan atau menawarkan diri Anda kepada para pencari kerja.

3.    Kriteria Lowongan yang Benar

Lowongan pekerjaan yang benar, kiranya sulit untuk dipahami, mengingat hampir semua informasi lowongan pekerjaan baik melalui media cetak atau media lainnya hampir sama. Berbagai ungkapan menarik ditampilkan agar pencari kerja tertarik untuk mengetahui dan memenuhi apa yang di informasikan. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam mendapatkan informasi lowongan pekerjaan sehingga perlu ditindaklanjuti. Informasi lowongan kerja itu sekurang-kurangnya memuat :

1)  Identitas Perusahaan

     Suatu perusahaan yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja biasanya mencantumkan secara jelas  identitas perusahaannya.

2) Jumlah jabatan

     Dalam informasi pekerjaan secara jelas disebutkan jumlah  jabatan yang dibutuhkan.

3)    Jumlah tenaga kerja yang diperlukan pada setiap jabatan

     Dengan jabatan yang belum terisi, sehinga perusahaan telah menentukan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memenuhi jabatan yang belum terisi.

 

4)    Syarat  Jabatan

       Umumnya, setiap jabatan memerlukan kualifikasi atau persyaratan tersendiri agar perusahaan tersebut dapat menempatkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi jabatan.

5)  Batas waktu pemenuhan lowongan

     Batas waktu pemenuhan lowongan pada umumnya jelas dengan menyebutkan tanggal, bulan dan tahun  sehingga diketahui bahwa lowongan kerja itu masih berlaku atau sudah lewat.

6)  Alamat pemberi kerja

     Dengan terbukanya lowongan pekerjaan yang betul-betul perusahaan tersebut membutuhkan, maka perusahaan tersebut secara jelas mencantumkan alamat perusahaan.

C.     Teknik Membuat Surat Lamaran Kerja

Siapapun yang akan memasuki dunia kerja  pada suatu perusahaan atau organisasi harus membuat surat lamaran kerja ( Job application letter ) terlebih dahulu. Surat lamaran kerja merupakan gerbang pertama yang harus dilalui oleh seseorang ketika memasuki dunia kerja. Daya tarik diawali dari bentuk dan cara surat lamaran kerja, isi surat lamaran kerja, serta penulisan resumeatau CV (Curriculum vitae) yang dibuat.

1.  Surat Lamaran Kerja

Pengertian surat lamaran kerja (job application latter) adalah surat resmi yang ditulis oleh pelamar baik melalui media kertas atau elektronik untuk memperkenalkan dirinya serta kompetensi yang dimiliki, dengan harapan agar perusahaan atau organisasi dapat menerimanya sebagai karyawan. Surat lamaran kerja pada dasarnya bukanlah surat yang berdiri sendiri, melainkan dilengkapi dengan sejumlah lampiran, seperti

1)    Kartu Tanda Penduduk (KTP)

2)    Resume (daftar riwayat hidup),

3)    Surat Keterangan Catatan Kepolisian

4)    Surat keterangan kesehatan 

5)    Kartu kuning dari Dinas Tenaga Kerja

6)    Pas foto tertentu.

7)    Lampiran-lampiran, seperti ; Ijazah, Sertifikat, Referensi pengalaman kerja

2. Jenis-jenis Surat Lamaran

Sebelum memahami teknis dalam pembuatan surat lamaran kerja, Anda harus mengetahui terlebih dahulu informasi yang dijadikan dasar Anda membuat surat lamaran kerja. Ada beberapa  macam dasar pengajuan surat lamaran kerja, yaitu :

1)    Surat lamaran berdasarkan iklan lowongan pekerjaan baik media cetak atau elektronik      

2)    Surat lamaran berdasarkan inisiatif sendiri yang dikirimkan langsung ke kantor atau perusahaan.

3)    Surat lamaran berdasarkan informasi dari teman, kenalan, radio, atau televisi.

4)    Surat lamaran melalui kantor penempatan tenaga kerja atau bursa kerja.

5)    Surat berdasarkan tempat kursus, sektretariat akademik atau lembaga manajemen.

6)    Surat lamaran dari pengumuman yang digantungkan pada toko atau   kantor yang bersangkutan.

3.  Pembuatan Surat Lamaran Kerja

Untuk membuat surat lamaran kerja yang baik Anda harus mengetahui tentang teknis dalam pembuatan surat lamaran termasuk bagian-bagian yang penting dalam surat lamaran kerja agar surat dapat runtut atau berkesinambungan. Surat lamaran kerja dibuat tidak panjang dan bertele-tele karena akan membuat jenuh orang yang membacanya.

Dalam penulisan surat lamaran kerja yang baik, ada beberapa hal teknis yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, diantaranya : 

1)  Menyiapkan Kertas HVS atau Folio Bergaris

Gunakan saja jenis kertas yang standar dan ukuran yang standard,

sebaiknya kerta HVS Kuarto atau A4 dengan ketebalan standar 70 gram (maks 80 gr ).

2)  Amplop

Gunakan amplop berukuran standar dengan warna yang serasi dengan kertas surat.

3)  Siapkan Persyaratannya.

     Perhatikan lagi butir-butir persyaratan dalam iklan lowongan kerj 

4)  Siapkan Dokumen Pendukung

     Jangan lupa, sertakan juga dokumen-dokumen pendukung yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan yang Anda tuju.

Hal yang perlu diperhatikan pada waktu membuat surat lamaran kerja adalah sebagai berikut :

1)  Lamaran  dibuat  sesingkat mungkin

2)  Bentuk surat harus rapi

3)  Materi / isi / pengorganisasian surat lamaran

       Secara umum, pengorganisasian penulisan surat lamaran kerja memiliki beberapa bagian, yaitu salam pembuka alinea pembuka, alinea pertengahan, alinea penutup, salam penutup.

Berikut ini penjelasan dari masing-masing paragraf :

1)    Salam pembuka

       Dengan hormat,

       Assalamu’alaikum wr. wb.

2) Alinea Pembuka

       Untuk menarik perhatian pembaca, pada paragraf pembuka perlu dicantumkan salah satu dari beberapa hal berikut ini : rangkuman, nama pemberi informasi, sumber publikasi

a.  Berdasarkan iklan Tuan pada harian Kedaulatan Rakyat tanggal …..

b. Saya memperoleh informasi dari seorang rekan saya Bapak Iskandar 

c.      Saya adalah  lulusan SMA tahun  2008  dan saya bermaksud  mengajukan lamaran untuk lowongan seperti yang ada dalam iklan Bapak …. 

3) Alinea Pertengahan

       Dalam paragraf pertengahan ini pelamar perlu menjelaskan hal-hal berikut : pendidikan,  pengalaman kerja, sikap, minat, aktifitas dan kualitas.

a.   Saya adalah lulusan SMA, saya pernah bekerja sebagai staf Administrasi di ..….

b.  Saya adalah lulusan SMA, memiliki sikap percaya diri, pernah mengikuti oranisasi …..

4)  Alinea Penutup

Paragraf terakhir ( penutup ) surat lamaran kerja umumnya berisi suatu harapan akan tindakan ( action ).

a.  Saya sangat menantikan jawaban dari Bapak

b.   Atas perhatian Bapak pada surat lamaran ini, saya ucapkan …

c.   Saya sangat senang untuk bertemu dengan Bapak pada waktu …

5) Salam penutup

       Salam penutup ini mengakhiri isi surat, yaitu ;

       Wassalamu’alaikum wr. wb.

       Hormat kami       

4. Buat Surat Lamaran Melalui Internet

Dengan perkembangan teknologi, melamar pekerjaan pun juga semakin mudah. Salah satu hasil teknologi yang dapat dipergunakan yaitu teknologi internet. Mengirim surat lamaran kerja melalui e-mail sekarang bukan hal yang tabu.

Ada dua cara mengirim surat lamaran melalui e-mail yaitu dengan attachment atau menggunakan kotak pesan tersedia. Namun, akan lebih baik apabila Anda mengirimkan resume melalui attachment dalam bentuk PDF (Portable Document Format). Data dalam bentuk pdf tidak akan berubah saat dikirim. Hal ini berbeda apabila Anda mengirimkan data dalam bentuk lain, misalnya word document.Ada kemungkinan data berubah atau rusak saat dikirim.

D.     Membuat Daftar Riwayat Hidup ( Curriculum Vitae )

Hal penting lainnya selain pembuatan surat lamaran adalah pembuatan Daftar Riwayat Hidup. Apabila surat lamaran kerja memuat keinginan pelamar untuk bekerja, riwayat hidup memuat informasi tentang pelamar. Informasi yang disampaikan harus tertulis dengan jelas dan benar. Daftar riwayat hidup berperan penting juga dalam menentukan dapat atau tidaknya mengikuti tahap selanjutnya. Di dalamnya harus menjelaskan siapa diri Anda, apa yang Anda ketahui, apa yang Anda dapat lakukan, apa yang telah Anda kerjakan dan apa pekerjaan Anda. Hal ini mungkin akan menjadi pertanyaan pada saat Anda diwawancarai dan dapat membantu Anda untuk mengikuti wawancara.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan daftar riwayat hidup :

a.     Menjelaskan diri Anda

b.    Latar belakang pendidikan Anda

c.     Pengalaman yang Anda miliki

Ciri riwayat hidup yang baik adalah rapi, simpel, jujur, dan akurat sehingga pihak perusahaan mengetahui diri Anda, pengetahuan yang dimiliki, tujuan yang ingin dicapai, langkah-langkah yang ingin diraih bila diterima bekerja di perusahaan yang bersangkutan serta kontribusi yang dapat diberikan kepada mereka. Secara ringkas isi daftar riwayat hidup  meliputi : 

1)     Keadaan diri :

a.   Nama lengkap

b.  Umur dan tempat tanggal lahir

c.   Domisili atau tempat tinggal, nomor telepon

d.  Pengalaman kerja, termasuk tanggung jawab yang Anda lakukan di perusahaan sebelumnya, serta keahlian-keahliannya

2)  Pendidikan :

a.    Pendidikan dasar hingga pendidikan terakhir

b.    Keterampilan atau pendidikan kejujuran, misalnya menguasai komputer, berpengalaman dalam bidang tertentu

c.    Mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan posisi yang dicari

 

E.      Sukses  Psikotes dan Wawancara Kerja

Setiap calon tenaga kerja yang sudah lolos test administratif pada suatu industri atau perusahaan, maka biasanya akan menghadapi test tertulis (psikotes) dan wawancara kerja (job interview). Psikotest atau test psikologi adalah jenis test yang dilakukan untuk mengukur berbagai factor psikologi tertentu misalnya kecerdasan (intelegensi), test kepribadian, test bakat, test minat dan test prestasi. Tujuan psikotes bagi perusahaan adalah memperkirakan apa yang dilakukan oleh seseorang dimasa yang akan datang dan untuk mengetahui perbedaan di antara setiap kepribadian. Bagi Anda yang dipanggil untuk menjalani psikotes, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1)   Sebelum Test

a.      Anda harus yakin terlebih dulu, bahwa posisi pekerjaan yang akan dimasuki lewat psikotes itu benar-benar sesuai dengan kemampuan Anda dan keinginan Anda.

b.     Persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Seringkali, seseorang sebenarnya mampu mengerjakan tes, namun ketegangan atau kondisi tubuh yang tidak prima, dapat membuat hasil test menjadi jelek.

c.      Pastikan Anda sudah tahu tempat tes. Disarankan beberapa hari sebelum tes, Anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihatnya.

d.     Baca kembali surat lamaran dan CV Anda, karena ada beberapa tes yang menanyakan hal-hal yang terkait dengan surat lamaran dan CV Anda.

e.      Sebaiknya Anda berlatih berbagai soal psikotes, sehingga Anda menjadi benar-benar siap menghadapi psikotes dengan hasil maksimal.

f.      Sebelum berangkat ke tempat tes, berdoalah terlebih dahulu sesuai dengan keyakinan Anda.

g.     Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, dan jangan sampai terlambat.

h.     Walaupun tidak diminta, jangan lupa untuk membawa peralatan alat tulis (pensil, penghapus, dsb) dan membawa jam (petunjuk waktu)

2)   Sikap Pada Saat  Tes

a.  Umumnya,  pada setiap lembar jawaban atau soal psikotes, Anda diminta mengisi isian nama, tanggal, dan sebagainya. Begitu Anda diperbolehkan untuk mulai mengisi, jangan lupa dan jangan menunda untuk  mengisinya, serta isilah dengan lengkap dan rapi.

b.  Dengarkan baik-baik setiap “ucapan atau pengarahan” dari pengawas tes, dan ikuti semua arahan atau petunjuknya.

c.  Jangan enggan untuk bertanya ke pengawas tes. Bila ada sedikit saja yang Anda tidak mengerti mengenai soal tersebut, maka langsung tanyakan ke pengawas tes yang ada.

d. Jangan melihat jawaban orang lain, karena akan membuat hasil Anda bertentangan dengan kondisi pribadi yang sesungguhnya. Isilah apa adanya

 

Wawancara Kerja (Job Interview)

Setelah Anda mengetahui cara mempersiapkan surat lamaran, mempersiapkan pada psikotes, selanjutnya mempersiapkan menghadapi wawancara kerja. Anda harus mengetahui dan memahami tentang arti pentingnya wawancara, persiapan wawancara, bagaimana mengenali pekerjaan dan perusahaan, pertanyaan-pertanyaan penting dalam wawancara dan ucapan terima kasih setelah wawancara. Wawancara kerja merupakan kesempatan yang sangat diharapkan oleh pelamar saat mengikuti proses rekrutmen tenaga kerja. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin, karena jika gagal tak akan ada lagi yang namanya wawancara ulang. Berikut beberapa langkah yang harus dipersiapkan untuk menghadapi situasi wawancara

1)  Persiapan

       Persiapan dalam wawancara sangat menentukan pelaksanaan wawancara. Tampil apa adanya berarti tidak mempersiapkan diri dengan baik. Menyiapkan pakaian yang akan dipakai dalam menghadapi pewawancara, tentunya yang formal. Menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan pada waktu wawancara sangat berpengaruh pada pelaksanaan wawancara

2) Pelaksanaan

       Dalam pelaksanaan wawancara ini masih ada hal-hal yang harus diperhatikan. Hal yang sangat mendasar adalah :

a.     Datang tepat waktu / Jangan sampai terlambat untuk hadir,

b.    Bersikap sopan saat memasuki ruang wawancara

c.     Jangan duduk sebelum dipersilahkan.

d.    Tunggu sampai Anda dipersilakan duduk atau minta ijin untuk duduk

e.     Cobalah untuk tidak memperlihatkan sikap bahwa Anda belum yakin benar dengan apa yang Anda inginkan

f.     Dengar dan jawab pertanyaan secara langsung

g.    Jelaskan prestasi yang pernah didapat.

h.    Bertanya ; Pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan tajam sangat dibutuhkan dalam menambah point, karena akan memberikan kesan proaktif dan mempunyai visi untuk memajukan perusahaan.

i.      Kirim ucapan terima kasih

Ucapkan terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan perhatian yang diberikannya. Senyumlah, dan tunjukkan rasa percaya diri yang mantap sebagaimana anda tunjukkan saat kedatangan anda.

 

Hal-hal yang harus dihindari :

Datang terlambat, walaupun hanya beberapa menit

Kelihatan kesal, gundah atau dongkol karena menunggu lama

Datang ke wawanacara tanpa persiapan

Berpenampilan seadanya (baju berlengan pendek, bersepatu olah raga

Mengajak teman atau keluarga untuk menambah rasa percaya diri

Mengambil kursi dan duduk sebelum dipersilakan duduk

Meletakan tas anda di atas meja pewawancara

Membungkuk, Menundukkan atau menengadahkan kepala

Mempermainkan jari jemari

Bertopang dagu

Merokok atau mengulum permen saat wawancara

Membuka percakapan

Mengatakan kepada perusahaan apa yang seharusnya mereka lakukan untuk Anda

Memberikan informasi yang tidak relevan

Terlalu emosional atau terlalu semangat

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *